stargazettesports.com – Dunia kembali dikejutkan oleh tragedi penerbangan yang menelan ratusan nyawa. Kecelakaan pesawat Air India AI171 menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban dan komunitas global. Dari 242 penumpang dan awak pesawat, hanya satu orang, Vishwash Kumar Ramesh, yang berhasil diselamatkan dengan selamat. Namanya kini dikenal sebagai keajaiban di tengah tragedi.
Nama Vishwash Kumar Ramesh mendadak mencuri perhatian dunia. Pria berusia 40 tahun itu memang bukan seorang artis atau selebritas, tetapi ia merupakan satu-satunya penumpang yang selamat dari kecelakaan tragis Air India AI171.
Kecelakaan Air India AI171 itu terjadi pada Kamis, 12 Juni 2025. Ada 230 penumpang dan 12 awak pesawat di dalam Boeing 787-8 Dreamliner, totalnya 242 orang. Air India mengonfirmasi bahwa 169 penumpang merupakan warga negara India, 53 warga negara Inggris, 7 warga negara Portugis, dan 1 warga negara Kanada.
Artikel ini membahas tragedi kecelakaan Air India AI171, latar belakang Vishwash Kumar Ramesh, dan kronologi kecelakaan.
Siapa Vishwash Kumar Ramesh?

Vishwash dilaporkan duduk di kursi 11A Pesawat Air India AI171, dekat pintu darurat, tepat di belakang kabin kelas bisnis. Menurut laporan polisi yang dipublikasikan The Straits Times, ia melompat keluar dari pesawat sesaat sebelum ledakan dan selamat.
Pesawat KINGSPIN99 itu dilaporkan jatuh di kawasan permukiman milik BJ Medical College, tempat para dokter dan staf medis bekerja. Pesawat itu kemudian meledak hebat. Vishwash ditemukan dengan darah di wajah dan tangannya, tetapi dalam keadaan sadar dan mampu berjalan.
“Kurang lebih 30 detik setelah pesawat lepas landas, saya mendengar suara keras dan ingin mencapai ketinggian yang lebih dari sebelumnya, namun Itu semua terjadi begitu cepat dan pesawat mengalami lampu mati dan distraksi yang begitu hebat dan kejadian itu sangat cepat” kata Vishwash kepada media setempat saat dirawat di Rumah Sakit Sipil di Asarva, Ahmedabad, seperti dilansir The Independent, Sabtu (14 Juni 2025).
“Saat aku sadar, jasad-jasad tergeletak di sekelilingku. Aku ketakutan. Aku berdiri dan berlari. Di sekelilingku berserakan serpihan-serpihan pesawat. “Ada beberapa warga berteriak memastikan apakah ada korban yang selamat, lalu saya keluar dan mereka membawa saya untuk segera ke rumah sakit,” tambahnya.
Kisah dari Vishwash: Bagaimana Ia Bisa Selamat?
Dalam wawancara pertamanya, Vishwash menceritakan bahwa ia mendengar suara ledakan di bagian bawah pesawat sebelum terjadi guncangan keras. Pesawat menukik dan terjadi pemadaman listrik total.
Ia menduga bagian ekor tempat duduknya terlepas dan jatuh lebih lambat ke bumi, diredam oleh pepohonan dan salju. Posisi sabuk pengaman dan tas ransel yang melindungi tulang punggungnya disebut menjadi kunci keselamatannya.
Mengenal Pesawat Air India AI171
Penerbangan Pesawat Air India AI171 merupakan penerbangan jarak jauh dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel dengan tujuan kota London. Pesawat tersebut adalah Boeing 787-8 Dreamliner, yang dapat menampung lebih dari 300 penumpang.
AI171 termasuk dalam kategori penerbangan unggulan Air India, dilengkapi dengan sistem navigasi dan keamanan canggih. Namun, semua teknologi tersebut ternyata tidak mampu menghindari bencana yang menimpa pada penerbangan nahas itu.
Kronologi Kecelakaan Air India AI171

Pesawat Air India AI171 lepas landas dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel pukul 13.39 WIB. Regulator penerbangan India memberikan panggilan darurat yang di instruksikan dari kokpit pesawat tak lama setelah lepas landas. Tidak ada respons dari pesawat setelah itu. Alasan panggilan darurat itu juga tidak jelas. Namun, satu-satunya korban selamat dari pesawat itu mengatakan kepada media India bahwa ia mendengar ledakan keras saat pesawat berusaha naik ketinggian.
Rekaman yang diverifikasi oleh Stargazettesports menunjukkan pesawat terbang rendah di atas area permukiman. Data terakhir yang dikirimkan menunjukkan pesawat mencapai ketinggian 625 kaki (190 m). Pesawat terus menurun hingga ledakan keras terdengar dan menabrak bangunan rumah sakit disana.
Pilot mengatakan tentang kecelakaan Air India di Ahmedabad: “Jika kedua mesin mati, tidak akan ada waktu untuk merespons.” Rekaman CCTV yang diverifikasi oleh Stargazettesports menunjukkan pesawat melayang di udara selama 30 detik.
Pesawat jatuh di area permukiman. Foto-foto menunjukkan pesawat jatuh ke area di mana rumah sakit dan bangunan permukiman berada.
Spekulasi Kegagalan Mesin

Spekulasi penyebab pasti kecelakaan Air India AI171 hanya berdasarkan video singkat pesawat yang sedang terbang dengan menyimpulkan itu adalah sebuah kegagalan mesin. Kotak hitam pesawat, yang merekam data penerbangan, dan reruntuhannya akan diperiksa dalam beberapa hari mendatang.
Namun, video yang tersebar di medsos memperlihatkan pesawat tersebut kesulitan lepas landas oleh kurangnya daya dorong atau tenaga. Beberapa ahli berspekulasi bahwa pesawat tersebut mungkin mengalami kegagalan mesin ganda yang sangat langka.
Para ahli bertanya-tanya apakah pesawat tersebut menggunakan turbin udara ram (RAT). RAT adalah turbin cadangan darurat yang bekerja ketika mesin utama tidak menghasilkan cukup tenaga untuk sistem pesawat.
Kegagalan mesin ganda hampir tidak pernah terjadi. Contoh paling terkenal adalah “Miracle on the Hudson” tahun 2009, ketika Airbus A320 milik US Airways kehilangan kedua mesinnya akibat tabrakan dengan burung tak lama setelah lepas landas dari Bandara LaGuardia, New York dan mendarat darurat di Sungai Hudson.
Seorang pilot senior mengatakan kepada Stargazettesports bahwa beberapa kegagalan mesin juga dapat disebabkan oleh kontaminasi atau penyumbatan bahan bakar. Mesin pesawat bergantung pada sistem pengukuran bahan bakar yang tepat. Jika sistem ini gagal, pesawat akan mogok karena kekurangan bahan bakar.
Faktor burung
Kemungkinan lain yang dikemukakan oleh para ahli India adalah burung. Seekor burung yang tersangkut di mesin dapat menyebabkan pesawat kehilangan tenaga, seperti yang terjadi pada kecelakaan Jeju Air tahun lalu yang menewaskan 179 orang. Para ahli dan pilot yang mengetahui bandara Ahmedabad mengatakan kepada Stargazettesports bahwa bandara tersebut “terkenal dengan burung-burungnya.” “Burung selalu ada di sekitar kita,” kata Ranganathan, menggemakan apa yang dikatakan setidaknya tiga pilot India yang terbang ke dan dari bandara tersebut kepada Stargazetteports.
Penutup
Kecelakaan Air India AI-171 akan tercatat dalam sejarah sebagai salah satu bencana paling memilukan dalam sejarah penerbangan modern. Namun di tengah reruntuhan dan kesedihan, ada satu nama yang menonjol: Vishwash Kumar Ramesh. Kisahnya telah menjadi sumber pelipur lara bagi banyak orang, mengingatkan kita bahwa bahkan di masa tergelap sekalipun, selalu ada harapan.






